sdnpangkah04

Home » Pendikar » MANDORAN WARISAN NENEK MOYANG KITA YANG HAMPIR PUNAH ADA DI SDN PANGKAH 04 SEBAGAI WUJUD PENGEMBANGAN PENDIKAR

MANDORAN WARISAN NENEK MOYANG KITA YANG HAMPIR PUNAH ADA DI SDN PANGKAH 04 SEBAGAI WUJUD PENGEMBANGAN PENDIKAR

Calendar

February 2013
M T W T F S S
« Oct   Apr »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728  

Galeri Lukisan

Galeri Lukisan Online mitra SD Pangkah 04

Dapatkan koleksi lukisan indah

Perlengkapan Sekolah

jasa etsa sedia perlengkapan sekolah mitra sd pangkah 04

Etsa, plakat, piagam, samir wisuda

Blog Stats

  • 62,715 hits

Archives

Oleh : Sarjono, S.Pd

Mandoran merupakan istilah  di daerah Tegal yang artinya menyumbang dalam bentuk uang ketika salah seorang teman dikhitan atau mengadakan syukuran  khajatan khitanan. Budaya ini sudah melekat sejak dulu. Tetapi belakangan ini hampir punah di daerah Tegal. Padahal jika kita cermati bersama sungguh banyak manfaat yang ada pada kegiatan ini. Salah satunya adalah melatih anak – anak kita untuk peduli terhadap sesama teman, berlatih untuk bersodaqoh sejak dini. Betapa tidak bangga ketika sedang merasa sakit setelah dikhitan datang berbondong – bondong teman – teman satu sekolah untuk memberikan doa restunya. Kebanggaan ini tidak hanya dirasakan teman yang lagi khitan  saja tetapi bagi orang tuapun   merasakan hal serupa.

Odhi misalnya, siswa kelas 2 SD Negeri Pangkah 04 yang merasa sangat senang ketika ia dikhitan ternyata dihadiri oleh seluruh siswa kelas 1 sampai kelas 6 baik laki laki maupun perempuan. Tidak hanya siswanya tetapi seluruh guru-guru dan kepala sekolah datang untuk memberikan doa  restunya. Pendidikan karakter ada pada kegiatan ini, dan perlu kita kembangkan dan pertahankan budaya ini karena disamping mempertahankan warisan nenek moyang kita juga sebagai tempat  melatih kepedulian siswa sebagai bentuk simpati akan kewajiban yang telah  dilaksanakan oleh anak yang baru dikhitan, dan juga perwujudan empati yaitu mengerti tentang perasaan orang lain. Perlu menjadi sebuah catatan bahwa SD Negeri Pangkah 04 siswanya terdiri dari berbagai macam agama yang dianutnya dan terdiri pula dari berbagai macam suku tetapi ketika kegiatan ini berlangsung mereka membaur menjadi satu untuk mengikuti kegiatan tersebut tanpa membedakan agama dan ras. Ini sebuah bentuk terobosan untuk mencapai keberhasilan pendidikan karakter yang dikembangkan di sekolah ini.

SD Negeri Pangkah 04 sebagai lembaga yang mengembangkan  Pendidikan Karakter Bangsa  dengan Motto Setia Membangun dan Mendidik Karakter Anak Bangsa, selalu menggali  budaya – budaya nenek moyang kita yang mengandung unsur pendidikan karakter yang ada di tengah tengah  masyarakat kita. Pendidikan karakter harus kita bina sejak dini dan mulai dari kegiatan yang dekat dengan kita terutama yang menyentuh dengan kehidupan masyarakat sekitar sekolah. Hal ini dapat kita jadikan sebagai bentuk hubungan dengan masyarakat sehingga warga sekolah  merupakan bagian dari masyarakat secara luas. Diharapkan masyarakat pun akan mendukung kegiatan sekolah .

Tidak hanya mandoran tetapi masih banyak kegiatan lainnya yang dikembangkan di SDN Pangkah 04 yang di sekolah lain  hampir punah tetapi di sekolah ini berkembang dengan baik misalnya menyumbang beras ketika ada kematian, menjenguk siswa yang sakit bersama-sama dengan dana jimpitan, mengadakan ulang tahun  dalam satu kelas dengan biaya jimpitan bagi siswa yang kurang mampu dan bagi keluarga yang mampu biasanya orang tua mengadakan sendiri di kelas dengan biaya sendiri, sholat dhuhur berjamaah di sekolah sebelum pulang dan masih banyak kegiatan lain yang menunjukkan adanya pendidikan karakter di sekolah. Itulah beberapa kegiatan  yang  hampir punah karena lekang oleh perkembangan  jaman, tetapi sejatinya banyak nilai – nilai  pendidikan karakter sangat positif yang dapat dikembangkan, sehingga keluarga besar SDN Pangkah 04 tetap membudayakan kegiatan tersebut sebagai wujud hubungan dengan masyarakat.

Betapa penting bimbingan  secara intensif terhadap anak pada usia dini, agar anak selalu memiliki karakter yang baik, hidup selalu lurus, suci dan bersih. Sekolah sebagai lembaga pendidikan berkewajiban untuk menanamkan sikap anak  tersebut agar memiliki pengalaman hidup yang baik . Pengalaman masa lalu merupakan pelajaran bagi kehidupan anak. Golman, D (2001 ) berpendapat bahwa Jika anak hidup dengan kecaman , ia akan belajar untuk menyalahkan. Jika anak hidup dengan permusuhan, ia akan belajar untuk berkelahi. Jika anak hidup dengan ejekan, ia akan belajar untuk selalu merasa malu. Jika anak hidup dengan toleransi, ia akan hidup dengan bersabar. Jika anak hidup dengan dorongan dan semangat, ia belajar untuk dipercaya.  Jika anak hidup dengan kejujuran, ia belajar dengan keadilan.Dan Jika anak hidup dengan persahabatan, ia belajar untuk menemukan cinta di dunia.

Mari kita kita bekali siswa – siswa kita dengan pengalaman  dan pendidikan  karakter untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan dirinya sendiri dan bersama – sama membangun bangsa  yang lebih baik.Untuk mencapai tujuan tersebut semua berakar pada karakter. Orang bijak  berkata bahwa karakter lebih patut dipuji dari pada bakat yang luar biasa. Karena hampir semua bakat yang luar biasa adalah anugerah. Sedangkan karakter yang baik sebaliknya, tidak dianugerahkan kepada kita. Tetapi kita harus membangunnya sedikit demi sedikit dengan pikiran, pilihan, keberanian dan usaha keras. Selamat Berjuang !


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: